Archive for June 24, 2011

251258_210415365663948_100000864578272_581510_910030_n

Pembentukan Provinsi Madura Perlu Dikaji Mendalam

Jakarta – Achsanul Qosasi Anggota Komisi X DPR RI dari Dapil Madura mengatakan, masyarakat Madura perlu memikirkan dan mengkaji secara mendalam persiapan jangka panjang mengenai pembentukan provinsi baru.
Ini disampaikan Achsanul dalam program Karimata Pagi, Jumat (24/6/2011), menanggapi adanya sebagian masyarakat Madura yang menginginkan Madura menjadi sebuah provinsi sekaligus respon SBY soal usulan 33 provinsi baru dari 178 proposal pembentukan provinsi baru dan kabupaten kota.

Menurutnya, banyak yang perlu dipikirkan masyarakat Madura, diantaranya, infrastruktur, SDM dan More >

images

Dewan Panggil Bapepam dan Harvestindo

Jakarta – Komisi Keuangan dan Perbankan akan memanggil Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan serta PT Harvestindo Asset Management. Kedua institusi itu dipanggil dalam rapat dengar pendapat Rabu 29 Juni mendatang untuk diminta keterangan terkait pembobolan deposito pada Bank Mega Jababeka Bekasi sebesar Rp 191 miliar.

“Kami berharap Bapepam tahu persoalan ini,” kata Wakil Ketua Komisi, Achsanul Qosasi, saat memimpin rapat di Gedung Dewan Rabu 22 Juni 2011. Keterangan Bapepam dibutuhkan lantaran institusi ini bertanggung-jawab mengawasi Elnusa dan Bank Mega More >

bank mega 3

BANK MEGA TETAP TOLAK GANTI DANA ELNUSA & PEMKAB BATUBARA

Jakarta – PT Bank Mega Tbk mengaku tidak bisa mengembalikan dana PT Elnusa Tbk dan Pemkab Batubara yang merasa menjadi korban pembobolan. Pasalnya, pengembalian dana nasabah hanya bisa dilakukan jika terjadi tanpa melibatkan sang pemilik dana. Jika ada keterlibatan, maka Bank Mega menyerahkan ke penegak hukum.

“Apabila kehilangan dana itu melibatkan pemilik juga, maka Bank Mega akan menyerahkannya pada proses hukum yang berlaku,” ujar Dirut Bank Mega JB Kendarto dalam RDP dengan Komisi XI DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/6/2011).

Kasus pembobolan Bank Mega terjadi dua kali, yakni pencairan deposito sebesar Rp 111 miliar milik Elnusa dan pencairan dana milik Pemkab Batubara sebesar More >

219074_10150186164728964_666568963_6957356_283468_o

Komisi XI DPR Panggil PPATK soal Pembobolan Bank Mega


Jakarta – Komisi XI DPR berencana memanggil Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk meminta keterangan mengenai dugaan praktek sindikat pembobol sejumlah bank. Termasuk kasus pembobolan deposito milik PT Elnusa di Bank Mega.

Wakil Ketua Komisi XI DPR Achsanul Qosasi melihat dari mekanisme dan sistem yang dilakukan saat pembobolan dana deposito PT Elnusa jelas merupakan bentuk kerja sindikat. Oleh karena itu, diperlukan sebuah proses hukum yang komprehensif untuk mengungkap kasus yang telah merugikan Elnusa sekitar Rp 111 miliar tersebut.

“Ada proses yang harus dilalui dan kita akan panggil PPATK, Harvestindo dan Discovery. Sebab kalau melihat pembobolan di Bank Mega ini saya lihat ada sindikat,” More >

226809_129577273784045_129574120451027_200161_1131259_n

Bank Mega Hanya Buka 5 Cabang di Tahun 2011

Jakarta – PT Bank Mega Tbk berencana membuka 75 kantor cabang pada tahun 2011 ini. Namun baru terealisasi 5 kantor cabang, rencana tersebut sudah terhenti karena adanya sanksi dari Bank Indonesia (BI) yang melarang bank milik Chairul Tanjung itu buka cabang.

Hal tersebut disampaikan Dirut Bank Mega JB Kendarto dalam RDP dengan Komisi XI DPR RI terkait kasus Bank Mega, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/6/2011).

“Kita rencananya membuka 75 cabang ya, tapi baru buka 5 cabang sudah berhenti,” ungkap Kendarto.

Seperti diketahui, Bank Mega sempat menjadi pembicaraan hangat menyusul raibnya dana Elnusa sebesar Rp 111 miliar. Manajemen Elnusa mengungkapkan ada pencairan deposito berjangka miliknya di Bank Mega tanpa sepengetahuan More >

303536923p

DPR: Dana bobol, 100% bukan kesalahan Bank Mega

KASUS PEMBOBOLAN REKENING

Jakarta - Wakil Ketua Komisi XI DPR Achsanul Qosasi menyatakan, hilangnya dana PT Elnusa (ELSA) Tbk dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara bukan 100% kesalahan Bank Mega (MEGA). Dia menilai, pembobolan tersebut juga dilakukan oleh pihak luar.

Achsanul mengatakan bobolnya dana Elnusa dan Pemkab Batu Bara karena adanya sindikat. “Itu bisa dilakukan baik dari orang dalam atau orang luar Elnusa, Pemkab dan Bank Mega,” katanya kepada KONTAN, Rabu (22/6).

Menurutnya, hilangnya dana tersebut juga karena Elnusa dan Pemkab Batu Bara tergiur janji keuntungan finansial. More >

31350_390012413963_666568963_4042933_5950084_n

Soal Newmont, Menteri Agus Minta BPK Audit 24 Persen Saham Pemda

Jakarta – Menteri Keuangan Agus Martowardojo meminta Badan Pemeriksa Keuangan mengaudit 24 persen saham yang dimiliki pemerintah daerah. “Kalau yang tujuh persen diaudit, yang 24 persen juga harus,” kata Agus sesaat sebelum bertemu dengan Komite IV DPD di Jakarta, Senin, 20 Juni 2011.

Sebelumnya, Komisi Keuangan DPR belum menyetujui proses divestasi saham Newmont yang akan dibeli oleh pemerintah pusat. Komisi keuangan berencana akan memanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk meminta penjelasan More >