Archive for June, 2011

20110520115345032

Rebutan Dewan Komisioner, Pemerintah-DPR Bahas RUU OJK

Jakarta – Rancangan Undang-Undang Otoritas Jasa Keuangan (RUU OJK) tampaknya mulai menemui titik terang meski ada masalah dalam hal susunan Dewan Komisioner.

Wakil Ketua Komisi XI DPR, Achsanul Qosasi mengatakan, perkembangan terakhir pembahasan RUU OJK masih terhambat dalam hal susunan Dewan Komisioner. “Baru nanti malam (RUU OJK) akan kami bahas. Masalahnya masih sama seperti kondisi terakhir, yaitu soal susunan Dewan Komisioner,” tuturnya kepada INILAH.COM, Kamis, (30/6).

Pembahasan RUU-OJK yang direncanakan rampung 10 Juni kemarin tampaknya akan menemui titik terang. Pasalnya, ujar Achsanul, pembahasan RUU OJK hari ini harus More >

20110630142536753

Langgar UU Penyiaran, Direksi dan Komisaris PT EMTK Bisa Dipidana

Jakarta – Direksi dan jajaran Komisaris PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (PT EMTK) bisa dipidana karena ngotot mengakuisisi PT Indosiar Karya Mandiri, Tbk.

“Tindakan itu sudah jelas melanggar UU No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran dan bisa dipidana baik pemilik maupun pengelola PT EMTK,” kata  Wakil Ketua Komisi XI DPR, Achsanul Qosasih kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/6).

Menurut Achsanul, yang melakukan pelanggaran dalam hal ini, bukan Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Namun, pemilik PT EMTK, karena nekad melanggar UU Penyiaran. “Yang melanggar itu, ya pemiliknya, bukan Bapepam-LK,” tambahnya.

Lebih jauh kata politisi Partai Demokrat itu, setiap aktivitas perusahaan akan tunduk kepada sejumlah UU. Artinya, selain UU Perseroan, mereka juga More >

AQ

Satgas TKI Wajib Selamatkan Sumartini

Jakarta – Satu lagi TKI di Arab Saudi terancam dihukum pancung. Partai Demokrat menilai kewajiban Satgas TKI bersama Kemenakertrans, BNP2TKI, dan Dubes di Arab Saudi menyelamatkan TKI bernama Sumartini tersebut.

“Tugas Satgas TKI bersama BNP2TKI, Dubes, dan Menakertrans, adalah menjamin keselamatan TKI. Jadi mereka harus menjamin keselamatan Sumartini jangan sampai dipancung,” ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR dari FPD, Achsanul Qosasi.

Hal ini disampaikan Achsanul kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/6/2011).

Achsanul berharap lembaga-lembaga itu bekerja maksimal menyelamatkan TKI di Arab Saudi. Karena bagaimana pun juga ini ujian pertama bagi Satgas TKI sekaligus sebagai pertaruhan kinerja Menakertrans, More >

cH5lFb9SDq

Nasabah Serukan Bakrie Life Bayar Utang!

Jakarta – Perwakilan nasabah Diamond Investa PT Bakrie Life (DIBL) kembali menyerukan kepada perusahaan untuk membayar utangnya yang sudah jatuh tempo.

“Saya mewakili Nasabah Diamond Investa Bakrie Life (DI-BL) terus berdoa agar grup Bakrie bisa membayar cicilan pokok dan bunga nasabah DI-BL tepat waktu sesuai SKB (Surat Kesepakatan Bersama),” kata perwakilan nasabah DI-BL, Yoseph, dalam pesan singkatnya kepada okezone, Kamis (30/6/2011).

Dia mengatakan, para nasabah meminta untuk cicilan pokok September 2010 yang bersisa 45 persen, Desember 2010, dan Maret 2011 senilai total sekira Rp48 miliar segera dibayarkan.

“Mengingat jatuh tempo cicilan pokok untuk Juni 2011 akan segera tiba. Nasabah juga minta tolong kepada Komisi XI-DPR RI More >

1562262

DPR Dorong Pensiun Dini PNS

Sumber : jpnn

Jakarta – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achsanul Qosasi mendorong pemerintah untuk segera melakukan pensiun dini terhadap para pegawai negeri sipil (PNS) terutama yang tidak  memiliki pendidikan tinggi. Pasalnya, banyak uang negara yang keluar demi hanya membayar gaji PNS.

“Banyak uang negara yang sudah keluar untuk PNS. Ke depannya negeri ini perlu banyak penghematan. Maka perlu adanya pensiun dini bagi PNS terutama untuk yang tidak bisa mengikuti persaingan kerja dan pendidikan,” kata Achsanul kepada wartawan di gedung DPR RI, Jakarta, kemarin (28/6).

 

Menurut Achsanul, langkah mempensiunkan dini bagi PNS itu lebih baik dibanding beban anggaran pemerintah terus bertambah. “Lebih baik kita saat ini keluar duit More >

215935_199022420136576_100000864578272_510490_4854608_n

Komisi XI DPR: Rekruitmen PNS Sudah Jadi Barang Dagangan

Jakarta – Komisi XI DPR mengaku prihatin dengan banyaknya dugaan permainan dalam rekruitmen Pegawai Negeri Sipil (PNS). Komisi XI DPR mendesak pemerintah mengevaluasi sistem rekruitmen PNS.
“Jangan sampai ada rekruitmen PNS berdasar rekomendasi atau membayar. Yang sekarang ini bahkan diperdagangkan. Proses rekruitmen harus berdasar satu konsultan yang profesional. Banyak PNS direkrut sebagai balas jasa tim sukses bupati dan sebagainya,” ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR, Achsanul Qosasi.

Hal ini disampaikan Achsanul menanggapi banyaknya uang negara untuk membayar PNS. Hal ini disampaikan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/6/2011).

Namun Achsanul kurang sepakat jika perekrutan PNS dihentikan. Alasannya masih dibutuhkan meski dalam jumlah yang lebih sedikit.

“Sebenarnya bukan menghentikan tapi diperbaiki sistem rekrutmennya. Harus berdasarkan More >

Surat Presiden Bikin Puyeng

Achsanul : Tak Ada Jaminan Kongres PSSI Aman

Pamekasan – Meski Komite Normalisasi (KN) telah mengubah jadwal pelaksanaan Kongres PSSI dari yang semula 30 Juni 2011 menjadi 9 Juli 2011 di Kota Solo, namun sampai saat ini, tidak ada jaminan jalannya Kongres PSSI tersebut akan berlangsung aman.
Hal itu disampaikan calon Ketua Umum PSSI, Achsanul Qosasi kepada beritajatim.com, Rabu (29/6/2011). Menurut Achsanul, KN belum sepenuhnya merangkul dan berkomunikasi dengan para pemilik suara.

“KN harus banyak berkomunikasi dengan pemilik suara dan calon ketua umum. Agar kongres di Solo menjadi kongres yang sifatnya sudah menjadi agenda dan kesepakatan bersama,” katanya.

Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, komunikasi penting dilakukan agar More >

251258_210415365663948_100000864578272_581510_910030_n(2)

Achsanul Qosasi Siap Benahi PSSI

Sumenep – Achsanul Qosasi, menyatakan siap memimpin dan membenahi PSSI pada periode 2011-2015, karena dirinya merasa mampu dan berpengalaman untuk maju sebagai Ketua Umum. Dirinya menyatkan sudah 11 tahun masuk dalam kepengurusan PSSI. dan pernah menjadi wakil bendahara PSSI.

“Sebagai calon saya sangat serius maju sebagai Ketua Umum PSSI untuk membenahi yang sudah ada dan melanjutkan yang baik-baik,” ujar Achsanul Qosasi saat ditemui di Sumenep, Minggu (25/06).

Jika ingin memimpin PSSI kata Achsanul, ada beberapa kriteria yang harus dimiliki, di antaranya, pernah mengurus organisasi olahraga, punya kemampuan melaksanakan kegiatan sebagai EO, Pandai melobi dan sebagainya, dan termasuk mampu menggalang dana.

“Saya memiliki kriteria itu, More >

1306001121274897542

Merindukan Nurdin Halid, Jiah…

Andai survei Indo Barometer yang menghebohkan tentang Presiden yang disukai masyarakat diterapkan pada kondisi PSSI sekarang, mungkin menarik juga hasilnya.

Ketika itu survei menghasilkan nama Soeharto melambung melebihi nama Soekarno, Megawati, Habibie, Abdurahman Wahid, termasuk Presiden berkuasa saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tapi survei itu pertanyaannya begini, lebih baik mana kondisi PSSI di bawah Nurdin Halid (NH) dengan kondisi PSSI sekarang ini. Dalam keadaan masyarakat yang kesal dengan Arifin Panigoro dan George Toisutta (AP-GT) dengan kelompok 78-nya, pastilah akan ada yang berpaling pada NH.

Lihat saja judul salah satu media Online malam ini: Tindakan kelompok 78 lebih memalukan  dibanding kubu NH.  Pernyataan itu disampaikan anggota Komite Normalisasi Hadi Rudyatmo. Menurutnya, kelompok 78 pendukung GT-AP telah mempermalukan bangsa dan negara di hadapan masyarakat sepak bola dunia.  “Komite Normalisasi tidak sanggup menormalkan mereka,” kata Rudy.

Ngototnya kubu AP-GT yang dilarang tampil mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PSSI oleh FIFA melalui Komite Normalisasi bukan saja menghambat munculnya pimpinan PSSI yang lebih netral, tapi membuat kubu NH menjadi percaya diri.

Salah satu calon Ketua Umum PSSI  Achsanul Qosasi, misalnya, dengan bangga mengaku sebagai orang lamanya Nurdin Halid. ”Namun, para anggota komite eksekutif nanti adalah orang-orang baru yang dipilih oleh anggota. Jadi, dengan gabungan orang-orang baru dan saya sebagai orang lama yang bisa belajar dari pengalaman lalu, saya yakin PSSI bisa berubah ke arah yang lebih baik,” janji Achsanul seraya menceritakan pengalamannya menggeluti sepakbola bersama NH.

Ia juga berjanji akan mengakomodir Liga Primer Indonesia (LPI) jika nantinya terpilih sebagai ketua umum PSSI 2011-2015. LPI sendiri indentik dengan AP.

Kadir Halid, adik NH juga sempat bersuara lantang. Ia dengan tegas akan mendukung pasangan calon ketum dan waketum PSSI, Agusman Efendy dan Erwin Aksa pada pemilihan di Kongres PSSI di Hotel Sultan, Jakarta.

Begitulah. Kongres PSSI di Hotel Sultan Jumat (20/5) malam itu ternyata mengalami kebuntuan. Jika akhirnya FIFA memutuskan memberi sanksi kepada PSSI tak boleh tampil di laga internasional—termasuk SEA Games 2012 di Jakarta dan Palembang–maka kelompok 78 dengan AP-GT di belakangnya akan dianggap sebagai biang kerok.

***

Sebenarnya sangat bisa dipahami mengapa AP-GT ngotot tampil. Mereka merasa sudah punya konsep bagus membangun sepak bola Indonesia, mereka juga sudah membuktikan bisa menggelar LPI yang tentu dengan modal yang tak sedikit.

Kelompok 78 adalah kubu yang memegang alasan ini. Hanya saja sebagian besar anggota kelompok ini sebelumnya juga menjadi anggota rezim dan merasakan nikmatnya bersama kepemimpinan NH.  Jadi sesungguhnya, cara-cara Nurdin Halid memperoleh dan mempertahankan kekuasaan  sedikit banyak ditiru kelompok 78.

SMS berantai di kalangan wartawan PSSI terkait gizi para calon Ketua Umum PSSI memberi sedikit gambaran bahwa tak ada yang bisa mengimbangi gizi dari AP-GT.

Nurdin Halid dalam sebuah kesempatan justru menyalahkan FIFA yang dianggap menciptakan masalah baru dengan mencekal namanya, termasuk AP-GT dan Nirwan Bakrie. Ia tak mau menyalahkan AP-GT yang notabene menjadi musuh utama saat berkuasa.

Seperti juga masyarakat yang kecewa dengan kepemimpinan SBY lalu merindukan kembali bangkitnya Soeharto, kondisi awal saat itu juga dialami AP-GT. Masyarakat yang tadinya yakin AP-GT sebagai sosok yang baik, kini menganggap sami mawon.  Kondisi ini dikhawatirkan akan berimbas pada LPI yang sebelumnya dianggap sebagai tontonan alternatif.

NH sendiri tak mungkin muncul lagi karena juga dicekal FIFA. Namun paling tidak ia bisa tersenyum bahwa masyarakat sudah salah terlalu menyalahkannya. Bahkan mungkin saja ada yang merindukannya. Jiaaah, serem!.

Oleh : Wito Karyono (wartawan di salah satu media di Jakarta)

251258_210415365663948_100000864578272_581510_910030_n

Pembentukan Provinsi Madura Perlu Dikaji Mendalam

Jakarta – Achsanul Qosasi Anggota Komisi X DPR RI dari Dapil Madura mengatakan, masyarakat Madura perlu memikirkan dan mengkaji secara mendalam persiapan jangka panjang mengenai pembentukan provinsi baru.
Ini disampaikan Achsanul dalam program Karimata Pagi, Jumat (24/6/2011), menanggapi adanya sebagian masyarakat Madura yang menginginkan Madura menjadi sebuah provinsi sekaligus respon SBY soal usulan 33 provinsi baru dari 178 proposal pembentukan provinsi baru dan kabupaten kota.

Menurutnya, banyak yang perlu dipikirkan masyarakat Madura, diantaranya, infrastruktur, SDM dan More >