Jakarta – Ada kecurigaan permainan partai politik dalam penggunaan APBN. Politisi Partai Demokrat Achsanul Qosasi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersikap adil dalam upaya memberantas korupsi, terutama korupsi yang dilakukan oleh politisi. Desakan untuk memeriksa Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin harus dipahami KPK sebagai bentuk desakan untuk memeriksa seluruh bendahara umum partai. Alasannya, ada kecurigaan permainan partai politik dalam penggunaan APBN.

Menurut Achsanul, Partai Demokrat merupakan partai yang berkomitmen terhadap pemberantasan korupsi. Karena itu, pihaknya akan mendukung penuh langkah KPK dalam memberantas korupsi termasuk untuk mengusut tudingan yang dialamatkan pada Partai Demokrat dan juga menuntaskan kasus suap Asisten Menteri Pemuda dan Olahraga.

“Jangan diopinikan seolah-olah hanya partai kami saja yang sampai saat ini juga belum terbukti yang melakukan hal itu. Bagaimana dengan partai lainnya? Seharusnya kalaupun mau diperiksa bukan hanya bendahara kami tapi juga bendahara seluruh partai yang ada,” kata Achsanul, Rabu (11/5).

Seperti diketahui, Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dikaitkan dengan kasus suap terhadap Sesmenpora Wafid Muharam. Namun, Nazaruddin membantah hal tersebut. “Saya terus terang di Komisi III tidak ada substansinya dengan Sesmenpora,” kata Nazaruddin.

 

Sumber : detiknews.com