Polandia - Mendarat di Warsawa, Saya disambut cuaca gerimis dengan suhu udara seperti di Puncak, Bogor yang berkisar antara 21-25 derajat Celcius. Polandia merupakan negara yang terletak di Eropa Tengah. Polandia yang memiliki luas wilayah dan jumlah penduduk hamper sama dengan Jawa Timur ini bertetangga dengan Ukraina, Rusia, Republik Ceko, Jerman dan Laut Baltik. Jumlah penduduk polandia hanya sekitar 38 juta Jiwa. Polandia adalah negara ketiga terbanyak yang dihuni oleh kaum Yahudi.
Dari Warsawa, Saya paksakan ke Krakov menumpang bus dengan waktu tempuh sekitar lima jam. Banyak cerita tentang kaum Yahudi dan sejarah Adolf Hitler di Krakov di masa lalu.
Ya, dulu Krakov menjadi tempat camp konsentrasi pembantaian Yahudi yang sampai saat ini masih dikenang. Bahkan lokasi pembantaian tersebut kini menjadi salah satu tujuan wisata para turis yang datang ke Polandia.
Dalam sejarahnya, camp tersebut merupakan tempat pembunuhan ribuan orang Yahudi yang dibunuh 200 jiwa per hari, dengan memasukkan mereka ke dalam ruang gas dan akan mati lemas dalam waktu 60 menit.
Di dalam camp konsentrasi tersebut masih terpampang diorama foto-foto kaum Yahudi yang dikumpulkan oleh Adolf Hitler. Mereka ditempatkan secara bertumpuk dalam satu ruangan sempit untuk menunggu giliran dieksekusi.
Dalam diorama tersebut, tampak mereka kurus kering dengan baju loreng putih biru seperti piyama. Luas camp konsentrasi tersebut sekitar 5 hektar dan di dalamnya terdapat lima bangunan berbentuk gudang tempat kaum Yahudi dikumpulkan.
Di ujung belakang, tampak gundukan tanah yang di bawahnya merupakan ruang gas tempat eksekusi dilakukan. Semua kaum Yahudi dibawa menggunakan kereta api yang melewati camp tersebut.
Sampai saat ini, bangunan dan rel kereta api tersebut masih tampak terawat sebagai bukti sejarah kelam kaum Yahudi di Krakov, Polandia yang hingga saat ini masih dimanfaatkan sebagai salah satu objek wisata.
Saya kembali teringat sebuah Film berjudul "Schindler List" yang pernah saya tonton sekitar 5 tahun silam. Film tersebut menceritakan kehidupan di dalam camp konsentrasi Yahudi di Krakov.
Film "Schindler List" mengambil lokasi syuting di Krakov dengan lokasi, venue dan kondisi sekitarnya sama persis dengan suasana saat itu. Sampai saat ini, peristiwa pembantaian Kaum Yahudi di Krakov terkenal sebagai kejahatan kemanusiaan terbesar yang dilakukan oleh Adolf Hitler terhadap kaum Yahudi.
Saat itu Hitler mengatakan, "Sengaja saya tidak membunuh semua kaum Yahudi dan menyisakan kaum Yahudi ini agar nanti di suatu saat kalian bisa membuktikan, mengapa saya membunuh mereka!"
Polandia merupakan salah satu dari beberapa negara di Eropa Tengah yang memiliki ideologi dan paham komunis. Invasi Rusia dan Jerman Timur, saat itu, mempengaruhi cara pandang dan budaya mereka hingga saat ini.
Patung Stalin masih berdiri tegak ditengah kota Warsawa. Reformasi Partai Buruh yang dipimpin Lech Walesa mengubah Polandia menjadi negara republik berpaham sosialis. Lech Walesa yang merupakan buruh Pelabuhan akhirnya menjadi presiden pertama Polandia non-komunis.
Laut Baltik menjadi tempat berkumpulnya buruh pelabuhan yang merupakan pintu masuk dan keluar barang-barang konsumsi serta ekspor batubara yang dimiliki Polandia. Inilah awal reformasi Polandia sebagai negara republik dengan simbol burung garuda bermahkota dengan bendera kebangsaan putih merah.
Mereka bangkit dari keterpurukan bermodalkan kekayaan alam dan pertanian yang luar biasa melimpah. Rakyat Polandia pandai menghargai alam dan budaya mereka sehingga menjadi masyhur.
Saat ini rakyat Polandia merupakan masyarakat yang paling toleran di Eropa Tengah. Mereka penganut seni yang tinggi. Bahkan nama bandara di Warsawa diambil dari nama seorang seniman yang dikagumi bernama Frederic Chopin.
Ia seorang komposer dan pemain piano virtuoso yang dikenal sebagai salah satu musisi romantic terbesar. Ayahnya seorang ekspatriat Prancis dan ibunya seorang Polandia. Chopin meninggal dalam usia muda (1810-1449).
Gedung-gedung tua ditengah kota Warsawa tetap terawat rapi dan bersih, yang dilakukan oleh bangsa Jerman yang hidup di Polandia sejak Perang Dunia II.
Mereka sangat menghargai alam dan manusia. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Polandia dipergunakan untuk kepentingan alam dan kepentingan manusia secara utuh.
Apel Polandia merupakan apel terbaik di Eropa, layaknya anggur di Prancis dan zaitun di Yunani. Pemerintah Polandia mengalokasikan anggaran yang cukup untuk mempertahankan keunggulan pertanian mereka.
Petani Eropa, termasuk di Polandia, adalah entrepreneur. Mereka bukan buruh yang mengerjakan lading orang kaya. Reformasi agraria di Eropa sudah dilakukan sejak 50 tahun yang lalu.
Ini sepatutnya kita contoh agar petani kita kelak menjadi pengusaha pertanian, bukan petani dan bukan juga buruh tani…!!!
Mungkin inilah pelajaran bagi kita bangsa Indonesia dan juga bangsa Madura. Jangan pernah takut miskin karena alam dan juga jangan pernah takut mati karena manusia. Kita diciptakan untuk mereka dan mereka diciptakan untuk kita.
-- Selamat berkarya! --