Tulisan Pribadi

Sabtu, 02 Jun 2012

DPR Persilakan Pemerintah Ajukan APBNP Jilid 2

Pilihan yang ada pada Pemerintah saat ini untuk mengatasi kebutuhan BBM semakin terbatas.

Oleh : Eben Ezer Siadari


 

JAKARTA, Jaringnews.com - Anggota Komisi XI DPR RI Achsanul Qosasi mengatakan DPR mempersilakan dan menunggu inisiatif Pemerintah untuk mengajukan APBNP jilid 2. Hal itu diperlukan mengingat kuota BBM Bersubsidi tahun ini dipastikan bakal terlampaui.


"Tahun 2011 konsumsi subsidi BBM Bersubsidi sebesar 41 juta kiloliter. Sementara di APBN 2012 justru Pemerintah meminta turun jadi 40 juta kiloliter. Dan itu sekarang sudah hampir habis. Mau tidak mau Pemerintah harus mengajukan tambahan kuota  kepada DPR. Kita persilakan dan kita tunggu," kata Achsanul dalam acara talk show Polemik Sindo di Jakarta, hari ini (2/6).


Menurut Achsanul, pilihan yang ada pada Pemerintah saat ini untuk mengatasi kebutuhan BBM semakin terbatas. Pertama dengan melakukan gerakan penghematan, kedua menambah produksi dan ketiga, menambah penerimaan Pemerintah dari luar nonmigas untuk menambal APBNP.


Menurut Achsanul, pihaknya memperkirakan kebutuhan BBM Bersubsidi tahun ini akan mencapai 44 juta kiloliter. Dan jika hal ini tidak dibicarakan dengan DPR, Achsanul mengkhawatirkan  Pemerintah akan berpotensi melanggar UU.


"Jadi akan kita sambut. Silakan Pemerintah mengajukan," kata Achsanul. "Pengajuan APBNP itu nantinya hanya menyangkut BBM Bersubsidi," kata Achsanul.
(Ben / Deb)


Sumber :http://jaringnews.com/ekonomi/umum/16211/dpr-persilakan-pemerintah-ajukan-apbnp-jilid-

 

   KATEGORI OPINI
   ARSIP
Tahun :
Bulan :
   ARTIKEL LAIN

Kamis, 29 Okt 2015

Iran, Negara Cash and Carry

Mendarat di Bandara Ayatollah Khomeini, Teheran, Iran, saya langsung disambut ...

Kamis, 10 Sept 2015

Mao Tai, Tradisi Ribuan Tahun Selesaikan Perundingan

KORANKABAR.COM (XI’AN) – Dalam lawatan ke Cina, memenuhi undangan ...

Kamis, 30 Jul 2015

Nasionalisme Rakyat Hadapi Embargo Ekonomi

  Sudah 18 bulan Rusia di embargo secara ekonomi oleh Eropa Barat ...