Tulisan Pribadi

Rabu, 13 Ags 2014

Catatan Perjalanan Ke Polandia III: Mengadopsi Kebijakan Redenominasi dari Mata Uang Zloty

Polandia – Senin (11/8) lalu, agenda saya adalah bertemu Direktur National Bank of Poland, Marek Belka. Sementara pada siang harinya saya juga bertemu dengan menteri keuangan Polandia, Mateusz Szczurek.


Sebelum bertemu mereka, saya sudah mempersiapkan data dan informasi tentang perdagangan Indonesia – Polandia, termasuk transaksi keuangan kedua Negara. Impor dan ekspor Indonesia – Polandia menjadi data penting guna mempelajari langkah-langkah mereka dalam menyusun sejumlah kebijakan keuangan dan perekonomian.

Polandia memiliki kemiripan dengan Indonesia. Bendera nasional mereka putih merah. Lambang negara mereka juga burung garuda dengan mahkota di atas kepalanya. Rakyat Polandia juga hidup dari sumber daya alam yang melimpah seperti batubara, tembaga, gula, belerang, dan tanah pertanian (jagung) yang terhampar luas di kanan-kiri jalan.

Ekonomi mereka tumbuh di atas 6 persen. Polandia merupakan salah satu negara Eropa yang tidak ikut dalam Euro Zone. Mereka melindungi rakyatnya dari pengaruh inflasi sebagai akibat dari Euro Policy.

Mereka tetap memakai nilai tukar Zloty (mata uang Polandia) dan tidak bertransaksi dalam mata uang Euro. Mata uang masyarakat Eropa tersebut tetap mereka terima, namun langsung ditukarkan ke Zloty – dilambangkan dengan PLN, sehingga tidak ada pengaruh dalam transaksi keuangan dan neraca Polandia.

Indonesia menjual kayu, tekstil, dan peralatan berbahan plastik ke Polandia. Sementara mereka menjual mesin dan alat transportasi serta bahan-bahan kimia ke Indonesia. Sebuah perdagangan yang menguntungkan kedua belah pihak.

Polandia tergolong sukses dalam melakukan redenominasi, yaitu program penyederhanaan mata uang dengan menghilangkan empat angka nol di uang mereka. Dari awalnya PLN10.000 menjadi PLN1. Kebijakan tersebut dilakukan pada tahun 1995 silam melalui suatu Undang-Undang yang disebut ACT of July 1994 of The Zloty Redenomination.

Konstitusi baru memberikan kewenangan kepada Narodowy Bank of Polski tentang tanggung jawab moneter yang disebut Dewan Kebijakan Moneter. Badan ini bertugas menjaga nilai mata uang Zloty dan menjaga stabilitas sistem keuangan yang merupakan tujuan utama dari Bank Sentral Polandia. Kesuksesan tersebut menjadi acuan dari sejumlah negara yang akan melakukan redenominasi.

Indonesia juga akan melakukan redenominasi dengan menghilangkan tiga angka nol dalam mata uang rupiah. Rp1.000 akan berubah menjadi Rp1. Kebijakan redenominasi dapat memicu inflasi jangka pendek dan secara global dapat meningkatkan ketidakpastian ekonomi serta dapat memicu capital flight, foreign remittances yang menghambat investor sebagai akibat dari naiknya barang dan jasa.

Guna mempelajari langkah-langkah pemerintah Polandia dalam mengatasi hal tersebut, saya berusaha mendapatkan dokumen-dokumen pendukung yang dapat kita jalankan melalui sejumlah kebijakan yang sukses dilakukan Polandia.

Peraturan anggaran (state budget policy, public finance dan financial institution) yang dikeluarkan mereka untuk memback up redenominasi sangat dibutuhkan oleh Indonesia untuk mengadopsi keberhasilan Polandia dalam hal redenominasi.

Marek Belka dan Mateusz Szcsurek bersedia memberikan pemaparan dan memberikan sejumlah sejumlah dokumen dalam pembuatan ACT of July 1994 of The Zloty Redenomination. Dokumen-dokumen dan langkah kebijakan tersebut menjadi penting sebagai alat pendukung Indonesia dalam melakukan redenominasi.

Namun di Indonesia, program redenominasi ini masih membutuhkan waktu. Program ini tidak bisa dijalankan saat inflasi sedang tinggi. Tidak bisa dijalankan saat nilai tukar rupiah belum stabil sehingga saat ini kita masih mencari waktu yang tepat dalam menjalankannya.

Semoga tahun depan data-data yang saya miliki ini dapat bermanfaat bagi anggota DPR periode mendatang. Data dan informasi ini akan saya buat sebagai laporan konstitusional (dokumen negara) yang merupakan produk dari wakil rakyat Madura untuk kepentingan ekonomi Indonesia. Inilah salah satu wujud Dari MADURA Untuk INDONESIA….!!!

   KATEGORI OPINI
   ARSIP
Tahun :
Bulan :
   ARTIKEL LAIN

Kamis, 29 Okt 2015

Iran, Negara Cash and Carry

Mendarat di Bandara Ayatollah Khomeini, Teheran, Iran, saya langsung disambut ...

Kamis, 10 Sept 2015

Mao Tai, Tradisi Ribuan Tahun Selesaikan Perundingan

KORANKABAR.COM (XI’AN) – Dalam lawatan ke Cina, memenuhi undangan ...

Kamis, 30 Jul 2015

Nasionalisme Rakyat Hadapi Embargo Ekonomi

  Sudah 18 bulan Rusia di embargo secara ekonomi oleh Eropa Barat ...