blog_img1

Madura United: Dua Pemain Baru Merapat

PAMEKASAN-Desas-desus bahwa Persepam Madura United (P-MU) akan mendatangkan pemain baru, sepertinya terbukti. Rabumalam (2/5), dua muka baru merapat ke mes pemain di Pamekasan. Yakni Dudi Hidayat dan Boy Jati Asmara.

Yang menarik, ada temuan koran ini yang cukup mengejutkan. Dalam profil yang dikirim manajemen via pesan singkat, Dudi Hidayat dengan tanggal lahir 25 Februari 1985 ini adalah eks pemain Arema Indonesia ISL (2012). Di data pemain sebagaimana yang tertera dalam situs goal.com, yang bersangkutan adalah pemain bek, dengan hanya dua kali merumput. Padahal sebagaimana diinformasikan manajemen, posisinya adalah gelandang serang.

”Bahkan informasi dari agennya, Dudi Hidayat ini bisa bermain sebagai winger,” terang Manajer P-MU Achsanul Qosasi yang menghubungi koran ini melalui telepon genggamnya. Namun AQ –sapaan Achsanul, tak terlalu mempersoalkan itu. Sebab pemain yang dalam proi lnya tercatat pernah memperkuat Timnas U-19 (2003) ini masih akan dipantau.

”Saya serahkan ke tim pelatih agar dipantau. Kalau memang cocok, bakal dikontrak. Kalau memang dirasa tak memungkinkan, mau tidak mau harus kita pulangkan lagi,” tegas AQ. Senada dengan AQ, Winedy Purwito selaku pelatih kepala P-MU ingin pemain baru ini terlebih dahulu gabung latihan bersama pemain lainnya.

Selain untuk dinilai, juga agar bisa beradaptasi dengan kondisi P-MU. ”Malam ini pemain baru yang dimaksud masih dalam perjalanan. Tak tahu masih di mana,” ujar Winedy yang dihubungi koran ini sekitar pukul 20.00 kemarin. Saat disinggung terkait temuan koran ini menyangkut posisi pemain baru ini, Winedy lagi-lagi tak terlalu mempersoalkannya.

Alasannya, sebagai pemain profesional dituntut untuk bisa bermain di banyak posisi. ”Dalam latihan nanti kan terlihat, posisi kesenangannya apa dan bisa dimainkan di posisi apa saat laga sesungguhnya,” imbuhnya. Terkait kedatangan pemain baru ini, ternyata sudah banyak didengar Taretan Dhibi’. Bahkan beberapa waktu lalu, sejumlah grup suporter di facebook sempat memunculkan nama dan profilenya.

Yang menarik, ternyata tak semua Taretan Dhibi’ setuju dengan upaya mendatangkan pemain baru ini. Salah seorang di antaranya adalah Antok Ashadiar, pemilik PO Tunas Karya Pamekasan. Disampaikan, menurut pengamatannya, yang paling mendesak dari pembenahan di P-MU adalah faktor nonteknis. Karena sebenarnya materi pemain yang ada bisa dimaksimalkan. ”Bahkan, sangat bisa dimaksimalkan. Itu pengamatan saya berdasar beberapa alasan,” pungkasnya. (radar)