Utang Pemerintah dan Kehati-hatian
Thursday, 26 Nov 2020
BANGKALAN - Disela-sela persiapan Achsanul Qosasi mendampingi tim sepak bola P-Madura United yang akan berlaga di Bangkalan untuk menghadapi Persidafon Dafonsoro (9/2). Sejumlah aktivis Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dari empat Kabupaten di Madura menyempatkan diri menemui Achsanul Qosasi.
Kedatangan mereka selain berdiskusi tentang pengembangan HKTI di Madura juga dijadikan ajang untuk meminta AQ - sapaan akrab Achsanul Qosasi - untuk mengawal nasib petani garam dan tembakau. Disampaikannya harapan tersebut, karena peran AQ di HKTI sebagai Wakil Ketua Umum DPN HKTI.
Disampaikan oleh Tolib Gito, Ketua HKTI Sampang yang menjadi juru bicara para Ketua DPD HKTI se-Madura, jika fondasi ekonomi Madura ditopang oleh dua komiditi, yakni Garam dan Tembakau.
“Sebagian besar pengharapan hidup warga Madura dari dua komiditi tersebut, untuk itu kami berharap agar ada advokasi khusus dari DPN HKTI tentang nasib petani garam dan tembakau,” jelas Tolib.
Dilanjutkan oleh Tolib, permasalahan umum yang dirasakan sangat tidak menguntungkan bagi petani dua komiditi tersebut, seakan menjadi pihak yang teraniaya karena adanya RPP tembakau untuk petani tembakau dan impor garam untuk petani.
“Kami sangat berharap agar Wakil Ketua yang kebetulan memiliki kesempatan menemui kami saat ini mengawal secara utuh nasib warga Madura melalui HKTI,” tandas Tolib.
Terhadap harapan sejumlah pengurus HKTI Madura tersebut, AQ- mengaku pihaknya saat ini sedang berupaya keras untuk membela kemerdekaan petani di Madura. “Saya lahir dan besar di Madura, soal tembakau dan garam saya sudah mengadvokasinya, kebetulan karena ini sama-sama atas nama HKTI maka kami akan berusaha agar ada gerak sinergis antara DPD dan DPN,” jawab pria asal Desa Daramista Kecamatan Lenteng Sumenep.
Dalam rangka menyamakan persepsi gerak tersebut, AQ menyampaikan jika dalam waktu dekat ini Ketua Umum HKTI, H. Prabowo Subianto akan diajak ke Madura untuk bisa mengetahui detail permasalahan petani di Madura.
“Upaya tersebut butuh policy, nanti kami akan sampaikan kepada Ketua Umum agar bisa memahami permasalahan dan bisa membuat kebijakan yang pas,” ungkap AQ.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Eri Sujaryanti (Wakil Ketua DPD HKTI Sumenep), Sudarmanto (Ketua HKTI Pamekasan), Tolib Gito (Ketua HKTI Sampang) dan Hasyim (Ketua HKTI Bangkalan). (tab)