Meski Omzet Turun, BUMN Semen Masih Merajai Pasar
INILAH.COM - Periode Januari-Mei 2015, omzet industri semen nasional melorot 3,8% menjadi 22,8juta ton. Sementara periode sebelumnya, 23,78 juta ton. Namun, PT Semen Indonesia masih mendomminasi.
Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Agung Wiharto bilang, meski omzet menurun 3,8%, dominasi terhadap pangsa pasar di tanah air, tetap terjaga. "Belakangan, banyak pemain asing membuka pabrik semen di tanah air. Tapi kita tetap optimis bisa menguasai pasar," kata Agung di Semarang, Senin (6/7/2015).
Saat ini, lanjut Agung, pangsa pasar PT Semen Indonesia beserta produk perusahaan afiliasinya sekitar 43%. Sedangkan kapasitas produksi semen nasional tercatat 70 juta ton, 30 juta ton di antaranya dihasilkan oleh PT Semen Indonesia.
Agung menjelaskan posisi kuat pasar Semen Indonesia terutama di Jawa dengan merek andalan Semen Gresik. Dominasi Semen Indonesia semakin kokoh seiring beroperasinya pabrik baru di Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah pada tahun depan. Saat ini, pembangunan pabrik semen berkapasitas pproduksi 3 juta ton/tahun itu, mencapai 47%.
"Insya Allah pada akhir tahun ini (2015) pabrik baru kami bisa masuki tahap commission (pemeriksaan) dan pada pertengahan 2016 sudah mulai bisa beroperasi," katanya.
Untuk 2016, lanjutnya, kapasitas produksi semen nasional sekitar 88,2 juta ton bersamaan dengan beroperasinya pabrik semen baru, terjadi tambahan produksi sekitar 7,8 juta ton. Sebanyak 36% diproduksi BUMN, sisanya dibagi untuk swasta nasional dan asing.
Sumber: http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2220060/meski-omzet-turun-bumn-semen-masih-merajai-pasar#sthash.zA3KaKSp.dpuf (Adi)