"Satukan lagi Kepedulian, Hidupkan lagi Kebersamaan, Tingkatkan Kedisiplinan, Bangsa ini sedang membutuhkannya"
"Satukan lagi Kepedulian, Hidupkan lagi Kebersamaan, Tingkatkan Kedisiplinan, Bangsa ini sedang membutuhkannya"
Jakarta – Wakil Ketua Komisi Keuangan Achsanul Qosasi mengatakan, Komisi tengah menggodok pembentukan lembaga pengawas akuntan publik.Kajian ini dibuat berdasarkan studi banding yang baru saja dilakukan Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang Akuntan Publik ke Washington DC, Amerika Serikat.
“RUU Akuntan Publik ditambah satu pasal, untuk membuat satu lembaga pengawas akuntan publik,” ujar Achsanul saat dihubungi Tempo, hari ini (28/3) pagi. Lembaga pengawasan inilah yang nanti membuat rekomendasi perizinan akuntan publik di Indonesia.
Usulan ini, terinspirasi dari keberadaan lembaga pengawas akuntan publik di Amerika. “Mereka namanya Public Company Offerside Comittee, jadi memang lembaga pengawas untuk perusahaan public company yang sudah go public,” tuturnya.
Komite pengawas di AS memiliki banyak peran. Salah satunya adalah berwenang menetapkan denda atas pelanggaran yang dilakukan akuntan. Namun, untuk Indonesia, Panja ingin kewenangan tersebut dituang dalam undang-undang dan peraturan pemerintah.
“Kita lebih maju dari mereka,” katanya.
Selain rencana pembentukan lembaga pengawas akuntan publik, Panja juga menggarisbawahi beberapa poin yang akan dipertajam dalam rapat-rapat dengan Komisi. Pertama, perizinan akuntan publik tetap melalui Menteri Keuangan. Mirip dengan prasyarat untuk akuntan dalam undang-undang sebelumnya.
Panja juga menginginkan, Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) diberi kewenangan dan peran yang lebih. Misalnya soal hubungan dengan akuntan publik asing. “Akuntan Publik Asing harus ikut IAPI. Dia harus tunduk aturan kita,” katanya.
Sebelumnya, 18 anggota Panja RUU Akuntan Publik Komisi Keuangan DPR RI studi banding ke Washington DC-AS dan London-Inggris. Mereka berharap bertemu dengan tiga lembaga akuntan publik baik dari pemerintah, swasta, maupun akademisi.
Namun, selama empat hari di Washington, Panja berhasil menemui enam lembaga akuntan publik profesional. Termasuk Price Waterhouse Cooper.
Setelah tiba di Jakarta Ahad lalu, panja kembali menggelar rapat-rapat bersama komisi.
Hari ini, di ruang Komisi, Panja kembali membahas soal RUU Akuntan Publik. Anggota Panja yang berangkat ke Amerika akan menyelaraskan hasil studinya dengan anggota Panja yang studi banding ke Inggris. (*/rud)
| Print article | This entry was posted by admin on March 28, 2011 at 4:01 pm, and is filed under Berita, Keuangan. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |