Tulisan Pribadi

Kamis, 30 Jul 2015

Nasionalisme Rakyat Hadapi Embargo Ekonomi

 

Sudah 18 bulan Rusia di embargo secara ekonomi oleh Eropa Barat (sekutu AS). Tapi pembangunan Rusia tetap berjalan baik, semua pengusaha Rusia mengalihkan kerjasamanya ke kawasan Asia (Komoditi dari Vietnam dan Thailand), sedangkan investasi keuangan dialihkan ke Singapura.
 
Indonesia tidak bisa memanfaatkan momentum ini. Karena kita masih sibuk dengan urusan dalam negeri. Lobby kita di kawasan Eropa sangat lemah. Indonesia tidak memiliki diplomat andal dari sisi ekonomi.
 
Ini berbahaya bagi politik luar negeri kita. Apalagi banyak diplomat kita yang berlatarbelakang relawan, sehingga kedutaan besar di luar negeri terancam lemah diplomasinya. Mereka tidak memiliki pengalaman diplomatik, yang dulu merupakan kekuatan Indonesia (zaman Menlu Ali Alatas).
 
Dari sisi lain, Vladimir Putin berhasil membangun nasionalisme rakyat Rusia. Anak-anak muda Rusia bangga terhadap sejarah dan keberhasilan Rusia dalam melawan hegemoni Eropa Barat dan Amerika.
 
Kebangkitan Rusia saat ini mulai membuat Amerika gusar. Rusia mengancam untuk tidak mengirim gas dan minyaknya kepada Eropa Barat (Jerman, Inggris, Prancis) dan lain-lain. Jika ini terjadi, kawasan Eropa Barat dan Amerika Serikat terancam kedinginan saat musim dingin akhir tahun ini.
 
Bangsa Rusia masih sakit hati dengan kasus Ukraina atas turut campurnya Eropa Barat dengan kebijakan politik Rusia dan Ukraina. Migas memang bisa mengontrol dunia. Saat ini Rusia memegang kendali Migas di kawasan Eropa. Mereka bisa mengatur harga, cadangan Migas dan distribusinya.
 
Jalan dan banyak bangunan tinggi di Rusia saat ini dibangun, hampir seluruh rakyat Rusia sibuk bekerja membangun negaranya. Kondisi ini seolah meledek Eropa barat & AS yg meng-embargo mereka.
 
Industri rakyat kecil disubsidi melalui program ‘Modal untuk Usaha rakyat’. Mereka diberikan modal, dan pajaknya dibebaskan.
 
Inilah yang menyebabkan Putin dicintai rakyatnya. Putin berusaha menguasai Eropa, dengan merangkul rakyat Rusia untuk memenuhi ambisinya.
 
Cara bagus dalam menumbuhkan rasa nasionalisme, melalui kebersamaan dan persatuan yang tinggi. Contoh baik bagi Indonesia yang kesulitan menumbuhkan nasionalisme rakyatnya..Salam Madura Bersatu. (*)
 

Sumber:http://korankabar.com/nasionalisme-rakyat-hadapi-embargo-ekonomi/ (Adi)

 

   KATEGORI OPINI
   ARSIP
Tahun :
Bulan :
   ARTIKEL LAIN

Kamis, 29 Okt 2015

Iran, Negara Cash and Carry

Mendarat di Bandara Ayatollah Khomeini, Teheran, Iran, saya langsung disambut ...

Kamis, 10 Sept 2015

Mao Tai, Tradisi Ribuan Tahun Selesaikan Perundingan

KORANKABAR.COM (XI’AN) – Dalam lawatan ke Cina, memenuhi undangan ...

Kamis, 30 Jul 2015

Nasionalisme Rakyat Hadapi Embargo Ekonomi

  Sudah 18 bulan Rusia di embargo secara ekonomi oleh Eropa Barat ...