Tulisan Pribadi

Senin, 27 Jul 2015

Penuh Nuansa Umat Muslim

 

Dengan penerbangan yang melelahkan, saya mendarat di Bandara Domodedovo, Moskow. Tiba di bandara terbesar di Rusia ini, saya disambut cuaca yang cukup bersahabat dengan 17 derajat celcius.
 
Waktu menunjukan jam 17.45, tapi matahari masih terang benderang dan cenderung terik. Seperti diketahui, disini siang lebih lama dibanding malam.
 
Inilah Moskow, kota terbesar di Rusia. Orang Madura mungkin lebih mengenal nama Uni Soviet dibanding Rusia. Uni Soviet adalah negara komunis yang melahirkan sejumlah orang kaya dunia.
 
Bagi orang Madura, Uni Soviet adalah negara mengerikan, karena komunis, dan dianggap negara kafir karena dimata orang Madura, komunis adalah tidak ber-Tuhan.
 
Namun, harus diakui bahwa Moskow justru penuh dengan umat muslim. Kaum muslim Moskow biasanya berpakaian dengan cara yang unik, modifikasi pakaian Arab yang disesuaikan dengan kondisi cuaca di Moskow.
 
Selain itu, keunikan Moskow justru pada kota tua yang berdiri kokoh sejak 2 abad silam. Suasana Idul Fitri juga tampak meriah di Moskow. Jalan-jalan berhias nuansa muslim.
 
Lebih dari 2 juta muslim saat ini tinggal dan bekerja di Moskow, dan merupakan komunitas muslim terbesar di Eropa setelah Turki. Mereka sebagian berasal dari Uzbekistan, Tajikistan dan Kirgistan yang mengadu nasib ke Moskow akibat konflik.
 
Saya datang ke Moskow atas Undangan Account Chambler The Russian Federation (ACH), guna informasi bilateral untuk “Gas and Oil Industries”.
 
Saya akan berbicara dalam ‘Billateral Seminar’ dihadapan para komunitas Migas di Moskow. Ini suatu tantangan dan pengalaman baru bagi saya.
 
Semoga saya bisa mengatasi demam panggung yang pasti akan saya alami. Karena mereka tidak paham bahasa Inggris, mereka lebih menggunakan bahasa Rusia, yang tidak pernah saya kenal sebelumnya.
 
Saya akan berbicara di depan para pengusaha Migas Rusia pada Selasa 28 Juli 2015 dari Jam 9.15 sampai jam 10.50 waktu setempat.
 
Sebelumnya, saya sempat berkeliling bersama Tim kedutaan (KBRI), mencoba mempelajari kebiasaan komunitas muslim Rusia, sebagai bagian dari pengayaan ilmu saya tentang kehidupan muslim Dunia.
 
Allahu Akbar Walillah Ilham. Semoga semua berjalan lancar.. Salam Madura Bersatu, Wassalam..(*)
 

Sumber:http://korankabar.com/penuh-nuansa-umat-muslim/ (Adi)

 

   KATEGORI OPINI
   ARSIP
Tahun :
Bulan :
   ARTIKEL LAIN

Kamis, 29 Okt 2015

Iran, Negara Cash and Carry

Mendarat di Bandara Ayatollah Khomeini, Teheran, Iran, saya langsung disambut ...

Kamis, 10 Sept 2015

Mao Tai, Tradisi Ribuan Tahun Selesaikan Perundingan

KORANKABAR.COM (XI’AN) – Dalam lawatan ke Cina, memenuhi undangan ...

Kamis, 30 Jul 2015

Nasionalisme Rakyat Hadapi Embargo Ekonomi

  Sudah 18 bulan Rusia di embargo secara ekonomi oleh Eropa Barat ...