blog_img1

Prof. Dr.Achsanul Qosasi, CSFA, CFrA, ; BPK RI Berperan Sebagai Contoh Lembaga Pemeriksa Bagi Negara G20

Badung Bali - Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK ) RI Prof.Dr. Achsanul Qosasi, CSFA, CFrA, mengatakan Indonesia menjadi yang terdepan diantara negara anggota G20 dalam peran foresight lembaga pemeriksa atau Supreme Audit Institution ( SAI ).

Peran yang dimaksud Achsanul terkait foresight adalah tinjauan atas pilihan alternatif pada masa depan dan merupakan salah satu dari tiga peran yang harus dijalankan sebuah lembaga pemeriksa berdasarkan INTOSAI Accountability Organization Maturity Model. Selain foresight, terdapat pula peran oversight dan insight.

" Indonesia memiliki sosio kultural yang berbeda. Cara pemeriksaan di Pulau Jawa, Kalimantan hingga Sulawesi berbeda- beda, jadi itu yang kami sampaikan kepada negara anggota G20," ujar Achsanul di Nusa Dua, Badung Bali, Senin.

Menurut tokoh asal Madura ini, kondisi di Indonesia sangatlah berbeda dengan negara G20 yang cenderung memiliki kesamaan pada tingkat sosial hingga budaya di tiap wilayah.

Sehingga negara anggota G20 tidak bisa disamakan dengan Indonesia yang setiap pemeriksaan keuangan di tiap daerahnya memiliki cara yang berbeda - beda.

Achsanul menambahkan, Konferensi Tingkat Tinggi SAI negara anggota G20 ( SAI20) akan menyampaikan satu aturan agar hasilnya bisa didiskusikan mana yang paling efektif. " Komunikasi kami sejauh ini bagus dengan SAI20," ujarnya.

Achsanul menambahkan, berdasarkan komunikasi tersebut banyak negara dari SAI20 memberi respons dengan melakukan diskusi dengan BPK, hingga datang untuk mencontoh, termasuk dalam sistem audit berdasarkan teknologi informasi ( IT) dan pengawasan berkelanjutan. (alief)