blog_img1

Prof. Dr. Achsanul Qosasi, CSFA., CFrA : Pemeriksaan Harus Memberikan Manfaat Kepada Negara Dan Bangsa

Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia ( BPK RI ) melakukan Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Atas Pemeriksaan Kinerja Pada Kementerian Sekretariat Negara, Pengelolaan Aset Pada Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno ( PPKGBK ), Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran ( PPKK ) dan Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ) TA 2021.

Pada acara yang berlangsung Jum’at pagi pukul 08.00 WIB ( 4/3/2022 ) di Pusat Pengelola Komplek Kemayoran, BPK RI melalui Anggota III BPK RI Prof. Dr. Achsanul Qosasi, CSFA., CFrA menyerahkan hasil laporan kepada Menteri Sekretaris Negara Prof. Dr. Pratikno, M.Soc. Sc.

Dalam sambutannya, Anggota III BPK RI Prof. Dr. Achsanul Qosasi, CSFA., CFrA, mengatakan bahwa Kementerian Sekretariat Negara adalah Kementerian yang sangat strategi yang mengelola sejumlah aset dengan lokasi yang sangat strategis.

“ 20 sampai 30 tahun yg lalu aset aset ini dikerjasamakan dengan para pihak. Hari ini dibawah kepemimpinan Bapak Presiden Joko Widodo dan Kementerian Sekretaris Negara, Pak Pratik, hampir semua yang dikerjasamakan itu jatuh tempo dan akan jatuh tempo”, ujar Achsanul.

“ BPK RI sesuai dengan renstra sampai tahun 2024, sesuai Nawacita Presiden Joko Widodo, kami evaluasi satu persatu perjanjian itu, dengan cara melakukan pemeriksaan, diantaranya pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan PBB”, katanya.

Menurut Achsanul pemeriksaan juga dilakukan semata- mata untuk melihat sejauh mana efektifitas kerjasama, manfaat kerjasama itu pada Negara.

“ Sehingga dengan hasil itu kami sampaikan kepada kemensesneg hal hal penting yang harus dilakukan”, ungkap Achsanul.

Pria asal Sumenep Madura ini menegaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK RI harus bertujuan kepada kemanfaatan bagi Negara.

“ Banyak hal, karena BPK menekankan kalau memeriksa itu harus ada manfaat. Jangan sekedar memeriksa. Tapi pemeriksaan yang bermanfaat memberikan solusi, tidak hanya mencatat kesalahan tapi juga harus bisa bagaimana membenarkan kesalahan itu agar hasilnya bisa dimamfaatkan untuk negara”, tegas Achsanul.

Ia menambahkan banyak hal yang bisa dilakukan oleh BPK dan Kemensesneg itu adalah untuk membenahi, termasuk Tamam Mini, serta evaluasi tentang Plaza Semanggi yang penerimaannya kepada negara begitu minim.

Achsanul juga mengingatkan pengelolaan parkir Gelora Bung Karno.

Ia mengaku telah memberikan solusi agar kerjasama parkir itu distop saja pengelolaannya.

“ Karena kerjasamanya justru tidak menguntungkan GBK, jadi kalau kurang GBK harus setor. Aneh juga sebuah kerjasama ada minimumnya, kalau kurang dari target GBK malah yang suruh nombok. Dua tiga bulan lalu GBK selalu setor uang kepada pengelola parkir , akhirnya kita minta di stop saja kita alokasikan yang lain dengan cara yang lebih baik”, ujarnya.

Achsanul menilai seharusnya Pihak GBK yang punya lahan silahkan kelola, hasilnya dibagi kepada GBK, bukan malah kalau penerimaannya kurang malah GBK yang disuruh setor.

“ Ini yang menurut saya harus diperbaiki”, ujarnya.

Achsanul meminta jajaran Direksi GBK harus membereskan sejumlah kerjasama dengan pihak lain.

" Jangan sampai anda ribut, lalu kenapa harus negara yang menanggung keributan itu," ujarnya.

Ia mengingatkan Sekretariat Negara banyak mengelola aset- aset, tapi masih dikerjasamakan dengan pihak lain, menunggu jatuh tempo. Ada yang sudah jatuh tempo malah tidak menyerahkan kembali. Padahal kesalahan ada di PT itu sendiri. Mestinya apabila tidak mampu mengelola , sudah diberikan kesempatan puluhan tahun, harus dikembalikan kepada negara, agar negara bisa memanfaatkan.

Achsanul menegaskan bahwa salah satu tugas BPK adalah hasil pemeriksaan yang bermamfaat ini untuk kepentingan negara, sehingga apapun yang dilakukan oleh BPK bermanfaat untuk Bangsa dan Negara.

Sementara itu Menteri Sekretaris Negara Prof. Dr. Pratikno, M. Soc.Sc mengucapkan terima kasih atas evaluasi sehingga beberapa persoalan lama satu persatu telah dapat selesaikan atas bantuan Badan Pemeriksa Keuangan.

“ Ini adalah pintu masuk bagi kami, sebuah rule model untuk penyelesaikan yang begitu banyak di PPK Kemayoran”, ujarnya.

“ Terima kasih Prof Dr Achsanul Qosasi yang sudah memfasilitasi percepatan penyelesaian masalah ini, dan menemukan solusi yang nyaman untuk pihak - pihak terkait sekaligus tetap mengacu kepada tata kelola pemerintahan yang baik”, ungkap Menteri Sekretaris Negara Pratikno.(alief)